Showing posts with label story. Show all posts
Showing posts with label story. Show all posts

Friday, January 14, 2011

Petualangan Excel



Di rumah tua yang ada di hutan,ada seseorang yang tinggal di sana,ayah dan anak,mereka adalah keluarga yang rukun,ayahnya bernama:Sastro jago hartono dan anaknya bernama:Exel darmawan,tetapi ada seseorang yang tidak ada dalam keluarga,Yaitu adalah ibunya,ya…..ibunya sakit karena terkena kanker.
Exel adalah anak yang tampan,pemberani,dan juga pintar,karna keberaniannya itu ayahnya mengandalkannya untuk mencari kayu bakar,karna ayahnya  terkena demam yang parah sehingga harta yang mereka miliki tidak cukup untuk biyayanya rumah sakit atau Puskesmas.
Dulu ayahnya pernah berkata”Exel kalau ayah sudah tidak ada kamu bisa pergi ke  rumah paman mu yang ada di pinggir hutan.”
Seminggu kemudian, saat Exel pulang ke rumahnya, ia sangat senang karna penghasilannya lebih dari Rp 50.000,saat di jalan ia membayangkan wajah ayahnya yang sangat senang ia bisa makan makanan yang enak seperti ikan.
Tetapi saat sudah dekat  rumahnya ia melihat di depan rumahnya sangat ramai lalu Exel berlari dengan Cepat menuju rumahnya,saat ia sampai di depan gerbang rumahnya ada ibu-ibu yang memegang pundaknya dan berkata”Sabar ya..nak.mungkin ini suda h takdirmu”

Mendengar ucapan itu Exel menjadi bingung lalu ia berfikir kalau terjadi apa-apa dengan ayahnya.jadi ia langsung berlari masuk ke dalam,ia melihat kain kafan lalu membukanya,setelah melihat itu Exel meneteskan air mata dan berkata”ayah..ayah…jangan tinggalkan aku ayah….aku sudah tidak punya siapa –siapa lagi selain ayah….ayah….ayah…aku sudah membawakan sesuatu untuk ayah…ayah….”
Exel mengis tersedu-sedu,tiba-tiba ia ingat pesan ayahnya kalau ia sudah tiada lalu Exel pergi menuju rumah pamannya ,Karen ia tidak tahu di mana rumahnya,jadi ia bertanya Tanya.
Exel sangat berhati-hati karna di hutan banyak sekali hewan buas seperti Singa,macan,ular,dan hewan buas lainnya,saat Exel sampai di tengah-tengah hutan,Exel mendengar suara  ,dan Exel melihat bahwa itu adalah suara Macan Exel berusaha berlari tetap  ia terjatuh karna tersandung batu,Macan itu mulai membuka mulutnya tetapi ada seseorang yang menyelamatkannya,ia mendorong Macan itu,tetapi macan itu kembali bangkit dan berlari menuju orang itu tetapi untungnya orang  itu membawa senjata tajam dan ia langsung menusuk Macan itu dan membawa Exel menuju sebuah gubuk yang sudah tua ,saat Exel membuka matanya ia melihat bahwa yang menyelamatkannya itu seorang wanita yang sangat cantik lalu Exel berkata”Wah…kamu hebat sekali,aku saja yang laki-laki tidak bisa mengalahkannya .”
“aku sudah biasa oh ya nama kamu siapa aku Ana.”jawabnya
“namaku Exel,oh ya apa kamu tahu di mana rumah pak sutra jaya?”Tanya Exel
“Pak sutara jaya ,ya aku tahu ikuti saja deretan pohon itu”jawabnya
“terima kasih ya…”jawab Exel
Saat Exel sedang mengikuti deretan pohon itu,Exel terjatuh lalu ia melihat ke kakinya,ternyata ada sebuah ular yang besar melintari kakinya ,Exel mencoba melepaskannya,tetapi ular itu tidak bisa keluar dari kakinya,lalu ular itu berjalan menuju kepala Exel dan membuka mulutnya lebar-lebar,Exel mencoba menyingkirkannya tetapi tidak bisa,untungnya ia melihat sebuah kayu yang ujungnya tajam Exel mengambilnya dan menusuk ke badannya lalu ular itu mati.
Exel berlari secepatnya mengikuti deretan pohon itu lalu Exel melihat sebuah rumah yang bagus dan ia berkata dalam hatinya “pasti. rumah paman”dan ia berlari menuju rumah  itu  Saat ia sampai di sana ia membunyikan bell dan ada seseorang yang ke luar, itu adalah pamannya, Exel langsung memeluk pamannya dengan senang hati.
 

Pemerah Susu dan Ember nya


Pemerah susu dan ember berisi susu yang tumpahSeorang wanita pemerah susu telah memerah susu dari beberapa ekor sapi dan berjalan pulang kembali dari peternakan, dengan seember susu yang dijunjungnya di atas kepalanya. Saat dia berjalan pulang, dia berpikir dan membayang-bayangkan rencananya kedepan.
"Susu yang saya perah ini sangat baik mutunya," pikirnya menghibur diri, "akan memberikan saya banyak cream untuk dibuat. Saya akan membuat mentega yang banyak dari cream itu dan menjualnya ke pasar, dan dengan uang yang saya miliki nantinya, saya akan membeli banyak telur dan menetaskannya, Sungguh sangat indah kelihatannya apabila telur-telur tersebut telah menetas dan ladangku akan dipenuhi dengan ayam-ayam muda yang sehat. Pada suatu saat, saya akan menjualnya, dan dengan uang tersebut saya akan membeli baju-baju yang cantik untuk di pakai ke pesta. Semua pemuda ganteng akan melihat ke arahku. Mereka akan datang dan mencoba merayuku, tetapi saya akan mencari pemuda yang memiliki usaha yang bagus saja!"
Ketika dia sedang memikirkan rencana-rencananya yang dirasanya sangat pandai, dia menganggukkan kepalanya dengan bangga, dan tanpa disadari, ember yang berada di kepalanya jatuh ke tanah, dan semua susu yang telah diperah mengalir tumpah ke tanah, dengan itu hilanglah semua angan-angannya tentang mentega, telur, ayam, baju baru beserta kebanggaannya.
Jangan menghitung ayam yang belum menetas.